
Bangun tidur, wuahhh, tidurnya enak banget. Buka jendela langsung lihat laut, leyeh-leyeh di tempat tidur lagi deh. Kapan lagi bisa begini, punya kamar dengan sea-view. Boro-boro pemandangan, jendela aja ketutupan lemari.
Dengan malas keluar kamar, ternyata udah ada yang main di tepi pantai. Kita samperin trus main-main di tepi pantai sebelah kiri cottage. Nyari kerang sambil foto-foto di bagian pantai yang banyak karang. Ternyata di sana lebih banyak jenis kerang daripada di bagian pantai pasir. Pantai depan kamar memang bebas karang dan pasirnya putih lembut. Kehebatan lainnya, pantai di sini bersih nggak ada sampah. Beda banget dengan pantai di Ancol. Wah, di Ancol sih, jangankan berenang, merendam kaki aja males takut korengan.
Sekitar jam 8 kita ke restoran lagi buat sarapan. Lokasi restoran tidak begitu jauh dari kamar dan di depannya ada kolam renang tepi pantai. Cocok banget buat foto-foto dan lebih cocok lagi buat berenang. Sarapan pagi ini nasi goreng yang rasanya biasa-biasa saja dan walaupun dibantu menu sate ayam semalam, tetap nggak napsu makan. Tapi bro Pram dengan luar biasa menerima sumbangan menu dari siapa saja yang berminat menyumbang. Salut !
Selesai makan, yang lain kembali ke pantai. Saya dan Ubay ganti pakaian renang lengkap dengan kacamata renang minusnya. Tadinya kita mau renang di kolam depan restoran, tapi karena semua sedang di pantai, jadinya kita duduk di pinggir pantai. Semua cowok sudah nyemplung di laut. Tinggal Ayu, Febri dan saya di pinggir pantai. Nggak tahan pengen ikutan main di laut, saya tarik Febri ke laut. Dia rada takut main di laut karena trauma pernah ngalamin gempa waktu di pantai. Kasian karena Febri udah hampir mau nangis, saya nyemplung sendirian. Kemudian Ayu menemani Febri ke laut dan ternyata lebih berhasil. Gimana nih, Adi.. bukannya dia yang nemenin Febri.. Tapi akhirnya kita semua bersenang-senang di laut.
Ada yang udah pinter berenang tapi belum pernah nyemplung di laut, ada yang belum bisa berenang tapi modal nekat, ada yang trauma dan ada juga yang bisa berenang ala berang-berang. Yang penting semua menikmati pantai yang bersih, laut yang biru, langit yang cukup bersih. Perfect holiday.
Setelah beberapa lama berenang dan merasakan asinnya laut, saya dan Febri pindah ke kolam renang tepi pantai diikuti Ubay, Doddy, Moko dan Jaka. Kolam renang juga sepi, serasa pemilik banget. Setelah beberapa lap (cieee..), Adi muncul ngasih tahu kalau kita sudah menyewa dua perahu tradisional ukuran kecil selama seharian. Kita pindah lagi deh ke pantai.
Sampai di pantai ternyata perahu sudah melaut. Adi berpasangan dengan Dody, Echa dengan Wagni dibantu Pram dari belakang alias bergelayutan di ekor perahu, entah dorong entah malah menahan laju. Sepertinya cukup seru juga melihatnya. Dengan susah payah, mereka berusaha mendayung hanya dengan satu dayung kecil di masing-masing perahu. Lama banget baru bisa sampai ke pantai lagi. Yang jelas besoknya mereka merasakan pegal-pegal di lengan dan bahu.
Berikutnya, Moko dan Dody melaut ditemani Iruul menggantikan posisi Pram di belakang perahu. Tapi hari makin siang, matahari makin tinggi. Pengen sih main perahu, tapi nanti sore aja deh biar nggak gosong. Maka permainanpun pindah ke tepi pantai. Kali ini judulnya “Mari mengubur Jaka dan Pram”. Wah, semua sibuk, ada yang menggali-gali pasir, ada yang menimbun, ada yang menggambar pasir dengan jari, ada yang mencari batok kelapa dan kulit kelapa untuk hiasan, ada yang bawa “mainan”, ada yang mendokumentasi dan ada juga yang hanya memberi instruksi. Pram dan Jaka hanya bisa pasrah, tapi kaya’nya mereka menikmati semua perhatian. Hanya kali ini aja kok, Pram, Jek..
Puas main pasir, kita balik ke kamar untuk bersih-bersih. Siang ini makan siang diundur jadi jam 4 karena makan malamnya agak telat. Walhasil sampai jam 4, cari menu sendiri. Febri dan saya inisiatif mau tanya menu yang tersedia di restoran untuk makan siang. Ternyata di sana tidak tersedia apa-apa. Mungkin karena bukan musim ramai pengunjung, jadi mereka terkesan tidak siap dengan bahan makanan. Akhirnya kita keluar dari area hotel, ke warung yang berada sedikit menyebrang jalan depan gerbang hotel. Untung di warung itu bisa memasakkan mie instan biarpun tanpa telur. Kita pesan dua porsi dan menunggu sambil memperhatikan anak-anak smu yang baru pulang sekolah. Nggak lama pesanan muncul dalam kantong kresek !! Yah, daripada nggak makan, kita kembali ke kamar dan makan bersama pasangan masing-masing.
Abis makan, kok rasanya ngantuk ya.. Ya udah kejadian deh, bobo-bobo siang, nggak cuma Adi yang bisa begitu. Tidurnya enak banget, biarpun sebentar tapi pules banget. Jadi bangun tidur rasanya udah segar dan siap kembali ke pantai. Anak pantai banget deh.
Kembali di pantai, ternyata ada cerita seru. Selesai main di pantai, saat saya dan Ubay bbs, beberapa masih main di pantai. Tak lama Pak Wik keluar dari kamarnya menuju kamar Opa, setelah sebelumnya menelpon tidak diangkat. Ternyata di kamar Opa tidak ada siapa-siapa dan saat Pak Wik melihat ke pantai, dia tidak mengenali wajah teman-temannya yang masih berkumpul. Kemudian Pak Wik menuju restoran sekalian mencari ganjalan perut. Lama sekali Pak Wik nggak muncul dan ternyata beliau asik ngobrol di restoran. Tadinya beliau juga mencari menu makan siang, tapi karena nggak ada makanan, Pak Wik cukup makan angin ngobrol dengan petugas hotel yang ada di sana. Pak Wik juga tidak sadar kalau di pinggir pantai masih ada teman-teman JJI yang berkumpul. Mungkin karena terlalu lapar. Cerita selengkapnya, monggo Pak Wik..!
Udah jam 4 dan waktunya makan siang yang tertunda. Kali ini lokasi makan berubah jadi di depan kamar kita dan di dekat pantai. Lokasi udah asyik, sayangnya menu makanan masih biasa-biasa saja padahal yang dipesan memang hanya mie instant. Ternyata 1 menu dibuat dari dua bungkus mie instant. Kebayang gimana banyaknya menu. Buat yang memesan mie goreng, ternyata bukan dibuat dari mie goreng instant tapi dibuatkan seperti mie goreng biasa yang rasanya sama dengan nasi goreng tadi pagi, biasa dan hambar. Biar deh, yang penting makan barengnya, ngumpulnya dan lokasinya dong !!
Setelah makan, kembali ke pantai depan cottage yang sepertinya jadi markas tempat berkumpul. Beberapa anak kecil berenang telanjang di dekat kami. Tak lama mereka semakin dekat dan semakin banyak gaya. Ternyata mereka sadar kamera, karena Jaka sedang asik mengabadikan mereka. Anak singkong, kalau kata Opa.
Sambil menunggu matahari agak turun, kali ini saya dan Ubay jalan ke tepi pantai sebelah kanan cottage yang juga banyak karang dan juga ada dermaga. Saat berjalan, kami menemukan pakaian anak-anak singkong. Iseng, saya umpetin di atas pohon. Jangan pikir saya akan manjat pohon demi ngumpetin baju mereka, cukup lempar dikit aja kok. Kemudian saya lanjut menuju dermaga yang ternyata udah lapuk dan tidak layak untuk foto session. Jadi cukup foto-foto dan cari kerang di dekat dermaga yang juga banyak batu karang besar-besar.
Puas foto-foto, kita kembali ke depan cottage dan siap-siap bermain di laut lagi. Ubay dan Pak Wik mencoba kemampuannya jadi nelayan. Setelah itu saya dan Ubay melaut. Terakhir saya naik perahu waktu kelas 3 SD di danau Maninjau berdua saja dengan sepupu. Pengalaman naik perahu kali ini beda, seperti perayaan 3 tahun pernikahan yang tepat hari ini. Memang katanya menikah itu bagaikan menempuh laut dengan bahtera, maksudnya ada yang bisa jelasin ?
Ubay lanjut lagi melaut dengan Adi. Tidak lama, semua berenang lagi sambil menunggu matahari terbenam. Rombongan Jaka, Moko, Dody dan Wagni ternyata trekking ke sebelah kiri pantai untuk mengejar matahari terbenam. Kita minta cerita lengkapnya, katanya mereka ketemu biawak. Sementara itu, yang tersisa di pantai dengan kamera seadanya mengabadikan matahari terbenam. Opa memimpin acara dadah-dadah dengan matahari. “Good bye sun, thank you and see you tomorrow.”
Selesai upacara sunset, kembali membersihkan badan dan bersantai-santai. Apalagi acara yang ditunggu kalo bukan acara makan malam yang akan diadakan di tepi pantai. Barbekyu lho. Tapi berdasarkan pengalaman dengan sarapan dan makan siang yang biasa-biasa aja, kita semua udah sepakat untuk mengawasi acara bakar-bakaran.
Kurang lebih jam 8, keluarga besar JJI makan malam. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini menunya super enak. Ada Kepiting saus tiram yang rasanya juara. Opa bolak-balik nambah dan Wagni belajar menikmatinya pertama kali. Ada cumi besar yang dibakar, ikan Kuek bakar dan terakhir menunya Wagni yang nggak terlalu doyan ikan, Ayam bakar. Karena campur tangan semuanya, baik dalam minta tambahan jeruk, kecap, dokumentasi, penerangan, ataupun hanya ngerecokin saja, makan malam kali ini cukup sukses.
Dengan kenyang, kita kembali ngumpul di tepi pantai. Kali ini lampu neon tepi pantai menyala jadi kita bisa berkumpul dengan asik. Padahal kalau lampu neonnya tidak menyala, pemandangan langit akan lebih terlihat seperti di planetarium.
Seperti biasa, saat berkumpul, saat bercengkrama, saat bercanda dan mencela-cela teman sendiri. Cerita masa depan, cerita masa lalu, cerita lucu, cerita seram, semuanya ada. Rasanya liburan kali ini lengkap banget dan semua seperti menikmati setiap detiknya. Kita sempat membicarakan acara JJI selanjutnya yang akan diadakan setelah lebaran. Saat puasa, JJI libur dulu (bener nih?). Ada beberapa kemungkinan untuk JJI selanjutnya yaitu Pangandaran dan Ciater. Saya mah yang mana aja yang asik !
Echa dan Ayu membagikan JD bagi yang berminat, malam jadi semakin hangat dan obrolan makin ngalor ngidul.
Sekitar jam 10 kita bubar dan kembali ke kamar. Saya sempat keluar lagi untuk mengambil minum dari galon yang ada di teras kamar Opa. Kamar-kamar lain tampak sudah sepi dan gelap, kaya’nya nggak ada game Uno malam ini. Mungkin semua sudah terlelap setelah seharian main di pantai. Ikut tidur ah.. Jadi sampai besok semua !.

10 comments:
Day 2... this is where the fun really begin. bener2 puas dari bangun tidur sampe makan malem, cape sih tapi karena seneng jadi ga kerasa. makin lama makin kepikiran buat pulang besoknya, bete abeeesh :( masih betah disini tapi ya mau gimana lagi? jumat aja udah bolos :p we have to go back here someday guys !
Huhhuuhu... Nyesel banget ga bawa baju renang! Awalnya sih udah niat bawa. Karena satu dan lain hal, akhirnya batal bawa deh.
Trus makan malem pas hari kedua ini manta"b" banget. Abis makan, ngobrol2 d pinggir pantai. Enak sih tapi kayanya bikin kita mesti kerokan deh. Untungnya ada Om Jack (dengan nama belakang D*****) yang berfungsi sebagai penghangat badan.
Iya nih Bang, makin kepikiran buat pulang. Rasanya maleeeessss banget. JJI lain kali ajak aku lagi ya... :) (byar aku ga kampungan. kan bisa liat laut, kepiting jalan miring, pesut nyangkut d perahu kayu, dll) hihhhihii...
membaca tulisan lani saya turut senang membawa kalian semua ketempat paling favorit saya dan ternyata kalian sangat menyukainya. Semoga saya masih ada umur untuk membawa kalian ke-tempat-2 lain yang juga bisa menyenangkan.
Bravo D'ANGKRINGERS !!
Untuk Lani : arti dari kiasan " Bagai Bahtera mengarungi lautan luas " itu kira-2 begini, memasuki kehidupan rumah tangga itu persis bagaikan menaiki sebuah bahtera ( kapal ) dan mengarungi lautan yang sangat luas. Ada saat dimana laut tenang sekali sehingga bisa dilalui dengan nikmat tapi ada kalanya kita akan menjumpai ombak yang ganas bahkan badai yang teramat besar, nah itu bagai dalam kehidupan nyata dimana kalian akan menghadapi hari-2 indah mulus tapi suatu saat akan menemui kerikil-2 kecil yang bisa membuat kalian tersandung apabila tidak berpegangan tangan bukan ? Misalnya dalam masalah hubungan keluarga, hubungan dengan anak kelak, masalah ekonomi kecil dlsb. Dan bisa jadi suatu saat kalian akan menemui badai besar, saya doakan semoga tidak pernah, dimana kalian akan serasa terombang-ambing dalam kehidupan nyata ini dan seringkali timbul pertanyaan haruskah aku terus ataukah mundur ???? Nah dalam keadaan begini selalu mohon kepada-NYA agar diberi petunjuk yang terbaik, jangan sekali-2 mengikuti umbaran emosi dan nafsu sejenak yang hanya akan menjerumuskan kalian dan terutama anak-2 dalam bahtera/biduk yang kalian gunakan dalam mengarungi kehidupan nyata didunia ini bagai mengarungi lautan bahkan samudera terluas dipermukaan bumi ini.
Yach, kira-2 begitu maksudnya Lani & Ubay, semoga kalian tidak perlu menghadapi ombak-2 baik kecil maupun besar ( walau biasa akan ada ) dan tidak ada badai besar dalam kehidupan kalian.
Peasn saya : " SENANTIASA BERPEGANGAN TANGANLAH ERAT-2, HADAPI BERSAMA SEBESAR APAPUN KESULITAN ATAU COBAAN ITU DAN MENGHADAPLAH SERTA MOHON KEPADA NYA SELALU "
baca petuah opa bikin aku terharu... :( hiks
Opa > Makasih buat semuanya, dari ilmu motor (buat ubay), petunjuk jalan kalau JJI, petunjuk tempat-tempat asik, obrolan yang seru, juga nasehatnya. Nggak sangka bisa seperti keluarga aja, padahal awalnya rada skeptis dengan "perkumpulan aneh"nya ubay. Ternyata malah ikutan jadi mahluk aneh, hi hi.
Echa > Nasehat berlaku juga buat semua yang ikut JJI. Jadi, jangan tergoda nafsu sesaat dan sesat mulu yaahh.. (mode aa gym : on)
Terima kasih Lani & Ubay, senang bisa berbagi pengalaman dengan kalian semua, saya juga tidak menyangka bahwa akan menemukan sekelompok " orang aneh " yang begitu kental rasa persaudaraannya walaupun masih muda-2 setelah di PSMI ( mayoritas senior-2 jadi nggak aneh ), satu kalimat saja KALIAN LUAR BIASA !! Sungguh bagi saya kalian saya anggap anak-2 saya karena maklum saya terpisah dengan anak-2 sendiri karena lokasi yang berpencaran tapi saya malah menemukan banyak anak lagi, Tuhan berkati kebaikan kalian semua. Semoga kelompok D'Angkringers ini bisa jadi contoh bagi kelompok-2 lain.
Lanjut nulisnya Lan, bagus sekali.
Lani > kok gw sih? :( gw kan anak manis yg baek2 lan, huehehehe....
=)
Ciputih JJI pertama gw & sekaligus merasakan pertama kali jalan jauh naik kymco matic, sempat sekali keluar jalur waktu berangkat karena tuch scooter enteng dan kenceng bangeeeet.....ngak ada capenya... sesampai pulang ke Jakarta, ada teman gw kebawa style riding masuk jalur buswaaay :-)
Lani wrote:
Echa > Nasehat berlaku juga buat semua yang ikut JJI. Jadi, jangan tergoda nafsu sesaat dan sesat mulu yaahh.. (mode aa gym : on)
Echa wrote:
Lani > kok gw sih? :( gw kan anak manis yg baek2 lan, huehehehe....
=)
Akankah Abang menjadi seperti Aa Gym? Kita nantikan di JJI selanjutnya. Huehehhehe...
Post a Comment